Alice in Wonderland is an upcoming fantasy-adventure film directed by Tim Burton. It is an extension to the Lewis Carroll novels Alice’s Adventures in Wonderland and Through the Looking-Glass. The film will use a [...]
My Action
About Me
Tampilkan postingan dengan label 6. Place; Tempat Pendistribusian Produk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 6. Place; Tempat Pendistribusian Produk. Tampilkan semua postingan
Carrefour Indonesia memulai sejarahnya di Indonesia pada bulan Oktober 1998 dengan membuka unit pertama di Cempaka Putih. Pada saat yang sama, Continent, juga sebuah paserba dari Perancis, membuka unit pertamanya di Pasar Festival.
Pada penghujung 1999, Carrefour dan Promodes (Induk perusahaan Continent) sepakat untuk melakukan penggabungan atas semua usahanya di seluruh dunia. Penggabungan ini membentuk suatu grup usaha ritel terbesar kedua di dunia dengan memakai nama Carrefour.
Dengan terbentuknya Carrefour baru ini, maka segala sumber daya yang dimiliki kedua group tadi menjadi difokuskan untuk lebih memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan kami.
Penggabungan ini memungkinkan kami untuk meningkatkan kinerja paserba - paserba kami, mendapat manfaat dari keahlian karyawan - karyawan kami di Indonesia dan di dunia, dan mengantisipasi terjadinya evolusi ritel dalam skala nasional dan global.
Fokus terhadap konsumen ini kami terjemahkan dalam 3 pilar utama kami, yang diyakini akan dapat membuat Carrefour menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen Indonesia. Ketiga pilar utama tersebut adalah sebagai berikut :
- Harga yang bersaing
- Pilihan yang lengkap
- Pelayanan yang memuaskan
Konsep paserba merupakan konsep perdagangan eceran yang diciptakan oleh Carrefour yang dirancang untuk memuaskan para konsumen. Di Indonesia, terutama di Jakarta, Carrefour, dengan cepat, menjadi suatu alternatif belanja pilihan bagi seluruh keluarga.
Ditambah dengan adanya fasilitas - fasilitas pelengkap seperti snack corner, food court, parkir gratis di paserba - paserba tertentu, bahkan dengan adanya garansi harga dan garansi kualitas, maka paserba Carrefour benar - benar merupakan tempat belanja keluarga.
Carrefour adalah pilihan belanja masa kini dan masa depan bagi konsumen di Indonesia dan di dunia.
Untuk keterangan mengenai Carrefour Internasional silahkan klik http://www.carrefour.com.
Kantor Pusat Carrefour Indonesia:
Jl.Lebak Bulus Raya No.8
Jakarta Selatan - 12310
Telp: (021) 27 58 58 00
Source : http://202.43.163.90/profile.html
Kita dapat mendistribusikan produk-produk kita ke - pasar ...
Pasar Apa yang akan dijumpai di pasar? Kegiatan apa saja yang dilakukan pedagang di sana? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan muncul di benak kita setiap kali akan mengunjungi suatu pasar. Di pasar, kita akan menjumpai banyak penjual yang menawarkan berbagai macam barang, baik hasil pertanian, maupun hasil industri. Selain itu, kita akan banyak menjumpai orang dengan tujuan berbelanja yang berbeda pula. Dari hanya untuk memenuhi kebutuhannya (mengkonsumsi), untuk dijual kembali (distribusi) sampai untuk diolah kembali kemudian dijual (produksi). Selanjutnya, di antar pembeli dan penjual tersebu sering kali terjadi tawar menawar yang diakhiri dengan transaksi jual beli.
Secara sederhana, definisi pasar selalu dibatasi oleh anggapan yang menyatakan antara oembeli dan pejual harus bertemu secara langsung untuk mengadakan interaksi jual beli. Namun, pengertian tersebut tidaklah sepenuhnya benar karena seiring kemajuan teknologi, internet, atau malah hanya dengan surat. Pembeli dan penjual tidak bertemu secara langsung, mereka dapat saja berada di tempat yang berbeda atau berjauhan. Artinya, dalam proses pembentukan pasar, hanya dibutuhkan adanya penjual, pembeli, dan barang yang diperjualbelikan serta adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli.
Pasar tradisional, Pasar modern, bursa kerja, bursa efek adalah contoh pasar.
Pasar tradisional
Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional yang "legendaris" antara lain adalah pasar Beringharjo di Jogja, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang. Pasar tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern.Pasar modern
Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Contoh dari pasar modern adalah pasar swalayan dan hypermarket, supermarket, dan minimarket.Pasar dapat dikategorikan dalam beberapa hal. Yaitu menurut jenisnya, jenis barang yang dijual, lokasi pasar, hari, luas jangkauan dan wujud.
Pasar Menurut Jenisnya
Pasar Konsumsi
Pasar Konsumsi menjual barang-barang untuk keperluan konsumsi. Misalnya menjual beras, sandal, lukisan, dll. Contohnya adalah Pasar Mergan di Malang, Pasar Kramat Jati, dll.Pasar Faktor Produksi
Pasar Faktor Produksi menjual barang-barang untuk keperluan produksi. Misalnya menjual mesin-mesin untuk memproduksi, lahan untuk pabrik, dll.Pasar Menurut Jenis Barang yang Dijual
Pasar menurut jenis barang yang dijual dapat dibagi menjadi pasar ikan, pasar buah, dll.Pasar Menurut Lokasi
Pasar menurut lokasi misalnya Pasar Kebayoran yang berlokasi di Kebayoran Lama, dll.Pasar Menurut Hari
Pasar menurut hari dinamakan sesuai hari pasar itu dibuka. Misalnya Pasar Rebo dibuka khusus hari Rabu, Pasar Minggu dibuka khusus hari Minggu, Pasar Senen dibuka khusus hari Senin, dll.Pasar Menurut Luas Jangkauan
Pasar Daerah
Pasar Daerah membeli dan menjual produk dalam satu daerah produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar daerah melayani permintaan dan penawaran dalam satu daerah.Pasar Lokal
Pasar Lokal kayak gaber membeli dan menjual produk dalam satu kota tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar lokal melayani permintaan dan penawaran dalam satu kota.Pasar Nasional
Pasar Nasional membeli dan menjual produk dalam satu negara tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar nasional melayani permintaan dan penjualan dari dalam negeri.Pasar Internasional
Pasar Internasional membeli dan menjual produk dari beberapa negara. Bisa juga dikatakan luas jangkauannya di seluruh dunia.Pasar Menurut Wujud
Pasar Konkret
Pasar Konkret adalah pasar yang lokasinya dapat dilihat dengan kasat mata. Misalnya ada los-los, toko-toko, dll. Di pasar konkret, produk yang dijual dan dibeli juga dapat dilihat dengan kasat mata. Konsumen dan produsen juga dapat dengan mudah dibedakan.Pasar Abstrak
Pasar Abstrak adalah pasar yang lokasinya tidak dapat dilihat dengan kasat mata.konsumen dan produsen tidak bertemu secara langsung.Biasanya dapat melalui internet, pemesanan telepon, dll. Barang yang diperjual belikan tidak dapat dilihat dengan kasat mata, tapi pada umumnya melalui brosur, rekomendasi, dll. Kita juga tidak dapat melihat konsumen dan produsen bersamaan, atau bisa dikatakan sulit membedakan produsen dan konsumen sekaligus.source : http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar
| FastCPG mampu membantu perencanaan produksi dan distribusi yang akurat pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang consumer goods. Dampaknya, perusahaan dapat mengoptimalkan produksi dan penjualan produk-produknya. Sepuluh tahun lalu, Yoga Pradita hanyalah pengusaha roti keliling dengan anak buah (penjual roti dengan gerobak) tak lebih dari lima orang. Area jualannya juga sangat sempit. Hanya sekitar tempat tinggalnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kini, perusahaan rotinya berkembang pesat dengan area cakupan yang lebih luas. Bahkan, roti buatan Yoga dapat dengan mudah dijumpai hampir di seluruh Hypermarket di Indonesia. Kantornya yang semula menjadi satu dengan pabrik roti kini pindah ke sebuah gedung mentereng di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Apa kuncinya hingga usaha roti rumahan itu kini bisa berkembang pesat? “Selain rasa dan menggunakan bahan yang berkualitas, roti-roti tersebut harus didistribusikan dengan tepat,” kata Yoga. Lalu bagaimana caranya agar pola distribusi itu lancar dan sesuai dengan perencanaan? Jawabannya ada di solusi bisnis FastCPG (Consumer Packaged Goods). Ternyata perusahaan roti milik Yoga tersebut sudah mengimplementasikan solusi FastCPG setahun yang lalu. “Masa kadaluwarsa roti sangat pendek. Sehingga perencanaan produksi dan distribusi harus dilakukan secara matang,” tutur Yoga. Kunci sukses yang diutarakan Yoga tersebut dibenarkan oleh Kwee Ie Tjien, Division Manager PT Metrodata e-Bisnis---anak perusahaan PT Metrodata Electronics, Tbk, yang menyediakan solusi bisnis FastCPG. Solusi yang berbasis mySAP All-In-One ini ditujukan untuk perusahaan-perusahaan yang menghasilkan produk-produk Consumer Goods seperti makanan dan minuman, pasta gigi, shampoo, durrable (perlengkapan rumah tangga), hingga elektronik. Menurut Ie Tjien, perusahaan Consumer Packaged Goods seperti perusahaan roti milik Yoga memang memerlukan solusi bisnis dengan modul-modul yang sesuai dan dibutuhkan oleh perusahaan manufacturing dan distribution. Biasanya, lanjut Ie Tjien, perusahaan-perusahaan tersebut tidak menjual produk-produknya secara langsung ke konsumennya tetapi melalui pengecer. Misalnya, pabriknya ada di Jakarta kemudian pengecernya ada yang di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak dan kota-kota lainnya. Karena produk yang dihasilkan merupakan jenis produk fast moving (misalnya roti) dan mempunyai masa life time yang pendek maka diperlukan suatu pendistribusian barang dengan cepat, tepat dan akurat. Di dalam FastCPG, sudah dilengkapi dengan modul-modul yang didasarkan atas SAP ’best practice’ dan sudah teruji serta digunakan oleh perusahaan-perusahaan manufacturing dan distribution papan atas dunia. Modul-modul itu antara lain, forecasting, distribution, requirement planning dan direct sales delivery (kanvasing). Kanvasing ini umumnya terdapat di perusahaan-perusahaan yang memproduksi makanan, rokok, permen, serta produk-produk yang dijual di kios-kios pinggir jalan. Untuk pendistribusian produk, solusi ini juga memiliki peranan penting dalam menjamin kelancaran serta akurasi pendistribusian produk. Misalnya, tracking, rute distribusi, area, dan mampu memberikan informasi hingga nama-nama jalan tempat barang tersebut akan didistribusikan berikut tingkat kebutuhannya. Jadi, perusahaan bisa meminimalisasi kelebihan atau kekurangan pasokan barang berdasarkan grafik penjualan per area tersebut. Bayangkan, perusahaan yang memproduksi jutaan permen tentu membutuhkan data-data akurat seputar penjualannya yang teramat luas di Indonesia. Dengan solusi FastCPG, mereka bisa melakukan analisa dengan tepat dan cepat, wilayah mana saja yang layak untuk dipertahankan, diperbanyak, maupun dikurangi distribusinya. Mereka bisa melakukan perhitungan profitability yang lebih baik. Belum tentu produk yang paling laku itu menguntungkan, tetapi bisa jadi produk yang lakunya sedikit malah menguntungkan. “Mereka bisa konsentrasi untuk mengoptiomalkan produk-produk yang mempunyai nilai profitability yang tinggi,” ungkap Ie Tjien. Selain FastCPG, METRODATA juga membuat solusi FastCast (Steel and Iron Industry), FastPack (Plastics and Packaging Industry) dan FastChem (Chemical Industry). “Seluruhnya dilengkapi dengan best practice yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing industri,” tutur Ie Tjien. PT Metrodata Electronics, Tbk. Wisma Metropolitan I, Lt. 16 Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31 Jakarta 12920 Phone: (62-21) 570.5998, 252.4555 Fax: (62-21) 570.5988 Email : infomii@metrodata.co.id Source : http://www.metrodata.co.id/en/news/shownews.asp?id=373&cat=9 |
Tentang Indomaret
Indomaret merupakan jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari dengan luas penjualan kurang dari 200 M2. Dikelola oleh PT Indomarco Prismatama, cikal bakal pembukaan Indomaret di Kalimantan dan toko pertama dibuka di Ancol, Jakarta Utara.Tahun 1997 perusahaan mengembangkan bisnis gerai waralaba pertama di Indonesia, setelah Indomaret teruji dengan lebih dari 230 gerai. Pada Mei 2003 Indomaret meraih penghargaan “Perusahaan Waralaba 2003″ dari Presiden Megawati Soekarnoputri.
Hingga Mei 2010 Indomaret mencapai 4261 gerai. Dari total itu 2.444 gerai adalah milik sendiri dan sisanya 1.817 gerai waralaba milik masyarakat, yang tersebar di kota-kota di Jabotabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogjakarta, Bali, Lampung dan Medan. Di DKI Jakarta terdapat sekitar 488 gerai.
Indomaret mudah ditemukan di daerah perumahan, gedung perkantoran dan fasilitas umum karena penempatan lokasi gerai didasarkan pada motto “mudah dan hemat”.
Lebih dari 3.500 jenis produk makanan dan non-makanan tersedia dengan harga bersaing, memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari.
Waralaba Indomaret
Pada tahun 1997 Indomaret memperkenalkan sistem kemitraan kepemilikan dan pengelolaan gerai dengan cara waralaba.Sampai Mei 2010 telah mencapai jumlah 4261 gerai. Mitra usaha waralaba ini meliputi : koperasi, badan usaha dan perorangan.
Sistem waralaba Indomaret memperoleh penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai Perusahaan Waralaba Nasional, pada tahun 2003.
Source : http://id.wikipedia.org/wiki/Indomaret
situs resmi indomaret : http://indomaret.co.id/
Untuk menembus pasar di perkampungan, Alfa meluncurkan Alfamart yang mempunyai saingan utama Indomaret dan Omi.
[sunting] Sejarah
- 27 Juni 1999 Didirikan "PT Alfa Mitramart Utama (AMU)" dengan pemegang saham: PT Alfa Retailindo, Tbk = 51% , PT Lancar Distrindo = 49%
- 18 Oktober 1999, "PT.Alfa Mitramart Utama" didirikan toko pertama dibuka dengan nama "Alfa Minimart" di JL.Beringin Raya, Karawaci, Tangerang
- 1 Agustus 2002 Kepemilikan beralih ke "PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT)" dengan pemegang saham: PT HM Sampoerna, Tbk = 70% , PT Sigmantara Alfindo = 30%
- 1 Januari 2003 Nama "Alfa Minimart" berubah menjadi "Alfamart"
- Desember 2008 Jumlah gerai lebih dari 2750
- Januari 2009 "PT Sumber Alfaria Trijaya" menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)
- Januari 2010 Jumlah gerai lebih dari 3500.
Langganan:
Postingan (Atom)
